Siapakah John F. Kennedy?

John F. Kennedy, presiden AS ke- 35, menegosiasikan Perjanjian Larangan Uji Nuklir serta memprakarsai Aliansi buat Kemajuan. Ia dibunuh pada tahun 1963.

John F. Kennedy bertugas di Dewan Perwakilan Rakyat AS serta Senat AS saat sebelum jadi presiden ke- 35 pada tahun 1961. Bagaikan presiden, Kennedy mengalami beberapa krisis luar negara, paling utama di Kuba serta Berlin, namun sukses mengamankan pencapaian semacam Uji Nuklir. Perjanjian- Ban serta Aliansi buat Kemajuan. Pada 22 November 1963, Kennedy dibunuh kala mengendarai iring- iringan mobil di Dallas, Texas.

Masa muda

John F Kennedy: gim-bi.com

Kennedy lahir pada bertepatan pada 29 Mei 1917 di Brookline, Massachusetts. Baik keluarga Fitzgeralds ataupun Kennedy merupakan keluarga Boston Katolik Irlandia yang kaya serta terkemuka. Kakek bapak Kennedy, PJ Kennedy, merupakan seseorang bankir kaya serta orang dagang minuman keras, serta kakek dari pihak bunda, John E. Fitzgerald, dijuluki” Honey Fitz,” merupakan seseorang politisi terampil yang melayani bagaikan anggota Kongres serta bagaikan walikota Boston. Bunda Kennedy, Rose Elizabeth Fitzgerald, merupakan seseorang debutan di Boston, serta bapaknya, Joseph Kennedy Sr., merupakan seseorang bankir yang sukses yang membuat kekayaan di pasar saham sehabis Perang Dunia I. Joe Kennedy Sr. melanjutkan kariernya bagaikan pejabat pemerintah bagaikan pimpinan Komisi Sekuritas serta Bursa serta bagaikan duta besar buat Britania Raya.

John, dijuluki” Jack,” merupakan anak tertua kedua dari 9 bersaudara yang luar biasa. Saudara- saudaranya tercantum Eunice, pendiri Olimpiade Spesial; Robert, Jaksa Agung AS, serta Ted, salah satu senator sangat kokoh dalam sejarah Amerika. Kanak- kanak Kennedy senantiasa bersatu padu serta menunjang satu sama lain sejauh hidup mereka.

Joseph serta Rose sebagian besar menolak dunia sosialita Boston di mana mereka dilahirkan buat fokus pada pembelajaran kanak- kanak mereka. Joe Sr. spesialnya terobsesi pada tiap perinci kehidupan anak- anaknya, sesuatu keanehan untuk seseorang bapak pada waktu itu. Semacam yang dicatat oleh seseorang sahabat keluarga,” Mayoritas bapak pada masa itu tidak begitu tertarik dengan apa yang dicoba kanak- kanak mereka. Namun Joe Kennedy ketahui apa yang lagi dicoba anak- anaknya sejauh waktu.” Joe Sr. mempunyai harapan besar buat anak- anaknya, serta dia berupaya menanamkan dalam diri mereka api persaingan yang kokoh serta kepercayaan kalau menang merupakan segalanya. Ia merambah anak- anaknya di kompetisi renang serta berlayar serta menuduh mereka buat menuntaskan apa juga kecuali tempat awal. Adik John, Eunice, setelah itu ingat,” Aku berumur 2 puluh 4 saat sebelum aku ketahui aku tidak wajib memenangkan suatu tiap hari.” John menerima filosofi bapaknya kalau menang merupakan segalanya.” Ia benci kehabisan apa juga,” kata Eunice.” Seperti itu salah satunya perihal yang membuat Jack sangat emosional- ketika ia kalah.”

Pendidikan

Walaupun menemukan teguran keras dari bapaknya, Kennedy muda merupakan murid yang miskin serta anak bandel. Ia bersekolah di sekolah asrama anak pria Katolik di Connecticut bernama Canterbury, tempat ia unggul dalam bahasa Inggris serta sejarah, mata pelajaran yang disenanginya, namun nyaris kandas dalam bahasa Latin, di mana ia tidak tertarik. Terlepas dari nilainya yang kurang baik, Kennedy melanjutkan ke Choate, suatu sekolah persiapan elit Connecticut. Walaupun dia jelas brilian- dibuktikan dengan atensi luar biasa serta nuansa karyanya pada peluang sangat jarang kala dia melamar dirinya sendiri- Kennedy senantiasa yang terbaik bagaikan siswa biasa- biasa saja, lebih suka berolahraga, wanita serta candaan instan buat kursus.

Bapaknya menulis kepadanya dengan dorongan,” Bila aku tidak betul- betul merasa Kamu mempunyai beberapa barang aku hendak sangat amal dalam perilaku aku terhadap kegagalan Kamu… Aku tidak berharap sangat banyak, serta aku tidak hendak kecewa bila Kamu tidak berganti jadi jenius sejati, namun aku pikir Kamu dapat jadi masyarakat negeri yang sangat berharga dengan evaluasi serta uraian yang baik.” Kennedy sesungguhnya sangat kutu novel di sekolah menengah, membaca tanpa henti namun bukan novel yang ditugaskan gurunya. Ia pula sakit kronis sepanjang masa anak- anak serta anak muda; ia mengidap pilek parah, flu, demam berdarah serta apalagi lebih parah, penyakit tidak terdiagnosis yang memaksanya buat absen berbulan- bulan sekolah pada sesuatu waktu serta kadang- kadang membawanya ke ambang kematian.

Sehabis lulus dari Choate serta menghabiskan satu semester di Princeton, Kennedy pindah ke Universitas Harvard pada tahun 1936. Di situ, dia mengulangi pola akademiknya yang telah mapan, unggul sekali- sekali di kelas- kelas yang dia gemari namun cuma meyakinkan seseorang siswa biasa sebab terdapatnya pengalihan di mana- mana. berolahraga serta perempuan. Tampan, memesona serta diberkati dengan senyum terang, Kennedy sangat terkenal di golongan sahabat sekelasnya di Harvard. Temannya Lem Billings mengenang,” Jack lebih mengasyikkan daripada siapa juga yang sempat aku tahu, serta aku pikir sebagian besar orang yang mengenalnya merasakan perihal yang sama tentang dirinya.” Kennedy pula seseorang perempuan yang tidak dapat diperbaiki. Ia menulis kepada Billings sepanjang tahun keduanya,” Aku saat ini dapat memperoleh ekor sesering serta sebebas yang aku mau yang ialah langkah ke arah yang benar.”

Walaupun demikian, bagaikan senior, Kennedy kesimpulannya sungguh- sungguh dengan studinya serta mulai menyadari potensinya. Bapaknya sudah ditunjuk bagaikan Duta Besar buat Britania Raya, serta pada kunjungan panjang pada tahun 1939, Kennedy memutuskan buat mempelajari serta menulis tesis senior tentang kenapa Inggris sangat tidak siap buat melawan Jerman dalam Perang Dunia II. Analisis tajam kegagalan Inggris buat penuhi tantangan Nazi, pesan berita itu diterima dengan sangat baik sehingga sehabis kelulusan Kennedy pada tahun 1940 diterbitkan bagaikan novel, Why England Bed, menjual lebih dari 80. 000 eksemplar. Bapak Kennedy mengiriminya cablegram sehabis penerbitan novel itu:” 2 perihal yang senantiasa aku tahu tentang Kamu, kalau Kamu pintar, 2 kalau Kamu lelaki yang suka bapak.”

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*