macam macam keyboard

Macam Macam Keyboard

Sebelum hadirnya komputer, teknologi pengolah kata yang digunakan pertamakali adalah mesin ketik sekaligus merupakan cikal bakal dari komputer modern. Mesin ketik ditemukan oleh Christopher Latham Sholes bersama kedua rekannya pada tahun 1978 silam dan kemudian dipatenkan menjadi standar mesin ketik komersial pada tahun 1905.

Mulai pertama diedarkan, ternyata mesin ketik sudah menggunakan tata letak QWERTY pada bagian keyboard-nya. Adapun nyatanya tata letak QWERTY memiliki beberapa kelemahan dan ketidakefisienan menurut sebagian orang. Misalkan saja, 48 persen dari gerakan diantara huruf yang berurutan harus dilakukan dengan satu tangan. Juga hanya 32 persen ketukan yang dilakukan pada home row (baris awal dari posisi jari pada keyboard).

Selain itu, beban tangan kiri rasanya memegang kendali 56 persen, sementara tangan kanan hanya memiliki beban 44 persen saja. Hal itu sudah cukup membuat banyak orang berpendapat bahwa tata letak QWERTY tidak efisien. Ditambah lagi huruf ‘A’ yang cukup sering dipakai, namun harus diketuk menggunakan jari kelingking dalam metode mengetik 10 jari. Padahal kelingking adalah jar yang paling lemah.

Dinilai tidak efektif akhirnya membuat banyak orang menciptakan keyboard-nya sendiri untuk menggantikan peranan tata letak QWERTY. Oleh sebab itu sebenarnya ada banyak sekali jenis keyboard yang pernah diciptakan selain QWERTY. Maka berikut ini adalah jenis-jenis keyboard selain QWERTY.

1. Keyboard DVORAK

Tata letak atau keyboard DVORAK pertama kali muncul di sekitaran tahun 1932an. Keyboard ini disusun dengan mekanis agar tangan kanan memegang beban lebih banyak dibandingkan tangan kiri. Berbeda dengan QWERTY yang membebankan tangan kiri lebih banyak ketimbang tangan kanan. Selain itu, tata letak DVORAK juga dirancang agar 70 persen dari ketukan jatuh pada home row.

Tentu saja ini dimaksudkan untuk mengurangi kelelahan saat melakukan pengetikan. Artinya keyboard ini lebih argonomik. Menurut uji coba yang dilakukan beberapa kali menunjukkan bahwa tata letak DVORAK lebih efisien 10 sampai 15 persen dibanding dengan QWERTY.

2. Keyboard Alphabetik

Sebelum terciptanya keyboard QWERTY dan DVORAK, mesin ketik dulu menggunakan susunan Alphabetik yakni ABCDE dan seterusnya. Namun karena suatu alasan, akhirnya diubah menjadi QWERTY. Keyboard Alphabetik tidak digunakan lagi untuk tujuan teknologi, namun masih bisa ditemukan pada mainan anak-anak, sehingga anak-anak diajarkan mengenal huruf alphabet.

3. Keyboard Numeric

Selain huruf, ada juga keyboard nomor yang diciptkan untuk memasukkan bilangan dalam jumlah besar. Dan untuk tujuan itu, pengguna lebih suka menggunakan keyboard numeric yang tata letak tombol-tombolnya dapat dijangkau mudah dengan tangan.

4. Keyboard KLOCKENBERG

Keyboard KLOCKENBERG muncul setelah QWERTY dan DVORAK, yang mana dibuat dengan maksud menyempurnakan jenis keyboard yang sudah ada. Uniknya keyboard ini terpisah menjadi dua bagian, yakni bagian kiri dan kanan. Kedua bagian terpisah dengan sudut 15 derajat serta dibuat dengan miring ke bawah. Bahkan KLOCKENBERG mempunyai tombol-tombol yang dibuat lebih dekat dengan meja kerja sehingga terasa lebih nyaman saat dioperasikan.

Tata letak ini dianggap lebih mengurangi beban otot pada jari-jari dan pergelangan tangan, sekaligus mengurangi beban otot pada tangan dan bahu. Namun sayang, karena keyboard ini terpisah menjadi dua bagian, yaitu kiri dan kanan. Maka kekurangannya adalah relatif memakan lebih banyak ruang.

5. Keyboard Palantype

Tata letak palantype mempunyai 3 kelompok karakter, yaitu bagian kiri, tengah, dan kanan. Bagian-bagian tersebut dikelompokan masing-masing sesuai konsonannya. Seperti bagian kiri menjunjukkan konsonan awal sebuah kata, bagian tengah kelompok bagian vokal, dan bagian kiri menunjukkan kelompok terakhir dari sebuah kata atau suku kata.

Meskipun demikian, keyboard ini tidak memuat semua huruf atau konsonan. Huruf-huruf yang tidak ada dapat disajikan menggunakan kombinasi beberapa tombol yang ada. Tentu saja dengan tata letak seperti itu, keyboard Palantype tidak memakan banyak ruang.*

6. Keyboard Maltron

Keyboard ini unik dibandingkan dengan yang lain karena bentuk fisiknya. Umumnya keyboard-keyboard lain memiliki permukaan dan bidang yang datar. Namun hal itu berbeda dengan keyboard ini, sebab Maltron dibuat dengan bidang agak cekung ke dalam.

Bentuk seperti itu bertujuan agar pada saat jari-jari diposisikan akan mengetik, maka jari-jari itu dijamin tidak akan membentuk satu garis lurus. Mekanis tersebut dinilai akan mempercepat penggunanya saat melakukan pengetikan.

Pembuat Maltron menilai bahwa pada dasarnya saat orang mengetik di keyboard umum meksipun istilahnya 10 jari, namun tetap saja kebanyakan menggunakan 8 jari. Selain itu mengetik di keyboard biasa , maka jari tangan harus beradaptasi dengan bentuk keyboard. Hal inilah yang dinilai akan menyebabkan RSI (Repetitive Stress Injuries).

Sedangkan jika pengguna menggunakan maltron maka justru keyboard-nya-lah yang akan menyesuaikan dengan tangan. Bentuk seperti ini, pihak pembuat Maltron menjamin kenyamanan jari tangan saat menggetik sehingga tidak akan menyebabkan RSI. Bahkan keyboard ini juga diklaim lebih meningkatkan kecepatan mengetik sebab yang digunakan adalah benar-benar 10 jari bukan 8 jari.

7. Keyboard Stenotype

Stenotype merupakan keyboard yang kerap digunakan untuk mencatat ucapan seseorang. Dan ini banyak digunakan oleh para wartawan untuk mencatat hasil wawancaranya dengan lebih cepat. Dan papan ketik ini mempunyai keunggulan yang kurang lebih sama dengan palantype.

Masih banyak lagi loh seputar info menarik tentang teknologi, kunjungi saja sukadunia.net yang banyak membahas tentang teknologi.

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*